Touring Motor ke Cukul Sunrise Point dengan GL 100

Assalamualaikum, hi Bung,

Single touring kali ini dengan niatan silaturahmi ke temen-temen di Bandung sekalian ke spot liat matahari terbit yang setaun belakangan happening, Cukul Sunrise Point atau disebut juga Puncak Giri. Starting point dari Kemang, Jakarta Selatan Jumat malem sekelarnya kerjaan kantor di jam 10.00 malem betot gas Jaran Ireng (sebutan GL 100 CDI saya :D) dengan santai menyusuri rute Kemang, Pasar Minggu, Margonda Depok lanjut kiri jalan baru tembur jalan raya Bogor ke kanan arah Cibinong tembus perempatan sebelum Jambu Dua Bogor. Sempat berenti buat isi bensin dan cek-cek ulang rante dan lainnya di daerah Tanjung Barat buat bekel jalan biar gak berhenti-berhenti lagi.

Kisaran jam 11.30 malem udah masuk Bogor dengan kondisi sepanjang jalan gak semacet pas wiken, Alhamdulillah. Dari Bogor hajar throttle arah puncak dengan tikungan-tikungan yang ‘maksa’ saya full cornering sepanjang jalur arah puncak dengan jaran ireng lansiran 1989 yang kebetulannya seperti saya bilang tadi, jalanannya gak macet dan gak hujan #menyenangkan. Kisaran jam 12.00 tengah malem  udah diposisi sebelum puncak pas dekat spot foto-foto di kebon teh yang ada gapura perbatasan, istirahatin badan dan sekalian ngedingin mesin sekitar 5 menit dengan kondisi daerah puncak yang dinginnya ‘PAS’.

IMG_20190309_001554 edit.jpg

Puncak jam 12 malam

Setelah dirasa cukup istirahatnya, lanjut jalan arah Bandung. Jalurnya lewat jalur mainstream yaitu Puncak, Cipanas, Cianjur, Cipatat, Citatah dengan bukit2 kapurnya, Padalarang, Cimahi. Sampai Cimahi kisaran jam 02.00 istirahat sebentar di pom Bensin Cisangkan sekalian kontak teman yang rencana juga mau bareng ke Cukul, setelah istirahat ngopi dan ngobrol-ngobrol jam 03.30 lanjut jalan arah bandung kota menemui teman lain di Katapang dan Banjaran yang ternyata juga mau ke Cukul barengan. Pas Adzan Subuh nunggu teman di pertigaan Banjaran pasnya di pom Bensin sekalian Subuhan.

Selepas dari pom Banjaran dan beres urusan semua lanjut gas ke Cukul via jalan raya Pangalengan dengan jalur, Cimaung, bunderan Pangalengan ke kanan, Setu Cileunca lanjut arah Cukul Sunrise Point. Karena jalur cuman itu-itu aja jadi sebenernya gak susah ke arah tujuan, paling pas di pertigaan bunderan Pangalengan yang kita ambil jalur kanan arah Situ Cileunca-Cukul. Setelah perjalanan gak sampai 2 jam dari Bandung ke Cukul kita sudah bisa sampai di Sunrise Point.

Oh iya, selama perjalanan berangkat sebenarnya gak kena hujan cuman karena kondisi jalanan yang lembab dan dingin jadi basah, dan sempet beberapa kali ngegeol di tikungan bahkan salah satu teman jatuh terpeleset jalanan yang licin tadi, so… hati-hati Bung.

Setelah sampai di Cukul Sunrise Point akses masuknya ada di samping danau berbunga teratai indah depan villa kuno yang katanya villa peninggalan Jerman. Untuk biaya masuk dikenakan parkir permotor Rp3.000/motor dan masuk ke titik lihat matahari terbit Rp10.000/orang.

IMG_20190309_081912 edit.jpg

Villa Jerman dengan danau didepannya

Sepanjang perjalanan selepas situ Cileunca kita disuguhi pemandangan indah hamparan perkebunan teh dan jalan full cornering dan kondisi yang bisa dibilang bagus, setelah masuk dari depan vila Jerman ke parkiran jaraknya kurang lebih 200 meter dengan kondisi jalan masih berbatu jadi jalan pelan-pelan saja. Setelah sampai diparkiran usahakan kondisi motor di kunci ganda buat jaga-jaga walaupun kondisi parkiran ada penjaga karena posisi Cukul Sunrise Point masih naik sekitar +/-50 meter. Setelah membayar tiket masuk kita naik sedikit beberapa anak tangga menuju titik lihat Sunrise  dengan fasilitas yang lumayan lengkap termasuk warung kopi dan kita bisa memilih beberapa posisi yang sudah tersedia dan langsung disuguhkan view hamparan perkebunan teh dengan perbukitan yang indah nan hijau, dan semburat cahaya matahari yang perlahan naik. Alhamdulillahnya lagi semesta mendukung daaaan… Masyaallah indahnya Bung.

Berikut foto-foto di lokasi Cukul Sunrise Point dan disekitarnya.

IMG_20190309_080623 edit.jpg

Cukul Sunrise Point

IMG_20190309_061537 edit.jpg

Cukul Sunrise Point

IMG_20190309_063243.jpg

Cukul Sunrise Point

IMG_20190309_083048 edit.jpg

Pemetik pucuk teh

IMG_20190309_082843 edit.jpg

Dibawah Cukul Sunrise Point

Setelah puas di Cukul Sunrise Point, rute pulang mampir ke Situ Cileunca. Disini kita tidur dan sarapan, oh iya di situ Cileunca terdapat beberapa warung makan lengkap dengan saung di tepi Situ dan pas turun arah bandung ada beberapa toko oleh-oleh serta semacam koperasi unit usaha buat beli buah tangan. Untuk rute balik ke Jakarta kurang lebih sama dengan jalur berangkat tentunya kebalikannya, dengan sedikit diselingi hujan dibeberapa daerah.

IMG_20190309_093149 edit.jpg

Situ Cileunca, Pangalengan

Catatan tambahan Bung, buat yang berangkat kesana sekiranya tetap jaga kebersihan, jaga sikap dan tidak arogan sepanjang jalan.

Salam.

Advertisements

Under Sky of Java (1.328km)

Jawa Barat (359km)

Assalamualaikum, salam semua.
Touring ala saya kali ini dengan rute Jakarta Barat-Malang mengendarai Honda GL100 tahun 1989. Berangkat dari Jakarta Barat hari Jumat (11 Mei 2018) jam 22.00 ke arah Bogor via Pondok Cabe-Parung dan sampai tkp jam 24.00 untuk ketemu saudara KMHGL Bogor dan teman Jakarta lainnya. Jalur Jakarta Bogor jam segitu relatif lancar dengan kondisi jalanan secara umum mulus hanya beberapa jalur yang bumpy/tambalan bahkan berlubang seperti daerah depan ex terminal Lebak Bulus, Pondok Cabe, Parung-Kemang, Salabenda ke Cimanggu. Lanjut berangkat arah Bandung via puncak jam 01.00 yang dinginnya ampun²an diantar om Dhika fauzan bercelana kolor (edun pisan) sampe puncak pass.

Lanjut sendirian dari Puncak arah bandung dengan badan mengkeret dan jari lumayan kaku karena kedinginan sampai Cianjur, lepas Cianjur arah Cipatat sudah lumayan hangat walaupun ya tetep dingin 😥. Traffic lancar hanya pelan dibeberapa tempat seperti bekas longsor dibawah Puncak Pass arah Cianjur, dan jalanan bumpy di Cipatat selepas Cianjur, banyaknya truk dan jalanan yang bumpy di tanjakan kawasan Citatah arah Padalarang. Sampai padalarang pas Shubuh langsung ishoma bermenu bubur ayam khas Sunda. Karena kurangnya tidur alhasil yang harusnya bisa sampai Bandung subuh akhirnya molor sampai jam 8 karena banyakan istirahat dibanding jalannya 😅, termasuk salah satunya istirahat di Cimahi karena jalannya motor udah mereng-mereng karena ngantuk 😪. Selesai istirahat bentar tanpa bisa merem lanjut masuk Bandung langsung hajar lewat By Pass arah Nagrek dengan kecepatan penuh tapi gk bisa karena kebanyakan persimpangan bertraffic light 😄. Udah aja serangan kantuk terussss datang, dan istirahatlah lagi sekalian ngopi di warkop sebelah pom bensin Shell sekalian isi full tank Shell Super. Sedikit tips dari teteh penyeduh kopi, kl darurat ngantuk adanya kopi sachet-an, udah aja seduh tapi jangan diaduk… Yah lumayan emang bantu melek mata 😳.

Selepas Bandung kejebak macet di Cileunyi ampun²an tapi arah Cicalengka udah aman terkendali. Sesampai Cicalengka istirahat sambil ganti oli motor lanjut lagi arah Nagrek. Jalur dari Bandung sampai Nagrek tergolong lancar dan oke.

Sampai Nagrek perjalanan gak lewat Ciawi tapi ambil kanan arah Garut karena pengen lewat selatan, jalanan Nagrek-Garut banyak bumpy dan berkelok khas jalur perbukitan. Jalanan yang diapit sama Gunung Galunggung dan Gunung Cikuray ini lumayan teduh tapi lebih sip lagi kl aspalnya halus khas Wonosari arah pacitan. Sampai garut tengah hari yang panasnya ampun²an, disambi makan kue apem bekel dari temen² Bogor sambil banyakin minum air putih tentunya.

Lanjut dari Garut arah ke Tasik via Singaparna, jalurnya kurang lebih sama banyak nemu bumpy sepanjang jalan. Suspensi belakang sepanjang 360mm lumayan membantu, belum lagi swing arm lebih panjang sekitar 60mm lebih lembut ayunannya jadi tidak membuat badan lekas capek dihajar jalanan yang begajulan. Jalur Garut-Tasik didominasi kelokan cilukba yang gak terlalu nekuk, jadi masih bisa diatasi dengan santai. Beda dengan jalur Pacitan-Trenggalek (detil di cerita berikutnya). Selepas Salawu arah Singaparna istirahat di The Famous Restaurant buat anak² Jabodetabek 😏, yaitu RM M Agni. Rumah makan ini tentunya khas Sunda dengan saung² diatas kolam dan lalapan yang hadir di tiap meja. Saya memesan makanan yang aneh menurut saya, yaitu oseng kluwek muda+oseng leunca dengan bumbu kelapa+ayam goreng+lalapan dan asupan karbo dari bihun minus nasi maklumin yah lagi sok²an diet Keto hahaha 😝.

Selesai menunaikan kewajiban buat anak Touring Jabodetabek di RM Agni, langsung hajar Tasikmalaya. Dan touch down di Manon Jaya sekira pukul 15.00 sudah menunggu kang Aep Saefuloh dari Tasik dan kang Husni Fahmi dari Ciamis. Udah deh istirahat+mandi² di tempat kang Aep sampai lepas maghrib. Lanjut perjalanan ke Banjar dianter kang Aep sekalian ditraktir mi Ayam home made enak bingit di tengah kota Banjar yang ternyata masih familynya. Jalan dari Manon Jaya ke Banjar juga perbukitan, naik turun dan berkelok. Kemampuan lampu utama yang sudah dimodif pakai reflektor isuzu elf teruji, jadinya terang banget dan sayapun puassss. Selesai makan kang Aep lanjut anter sampai perbatasan Jabar-Jateng mentok sampai Pom Bensin di jalan Banjar-Majenang sebelum tugu perbatasan sekitar pukul 22.00. Demikian catper buat Jabar.

Jawa Tengah-Jawa Timur (Majenang-Purwokerto-Wonosobo-Dieng-Muntilan-Sleman-Yogya-Wonosari-Pacitan-Treanggalek-Tulungagung-Blitar-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Lumajang-Malang sejauh 969 km)

Lanjut setelah dilepas kang Aep, hajar throttle arah purwokerto melewati kawasan Majenang. Jalur Banjar-Purwokerto awalnya lurus-lurus saja dan berkelok menjelang memasuki kota Purwokerto, untuk kondisi jalanan sendiri secara umum baik dengan selingan bumpy. Jalanan sebelum Puwokerto didominasi kawasan perhutanan dengan penerangan jalan sangat minim terutama beberapa puluh kilometer sebelum Ajibarang, dan ini sangat terasa apabila melakukan perjalanan malam so… siapkan penerangan motor sebaik mungkin. Sampai di Puwokerto hampir pukul 1 malam dan istirahat selepas pusat kota dengan mampir disebuah warung angkringan didaerah Sokaraja memesan kopi hitam kental sembari ngobrol dengan suami istri pemilik warung. Selesai istirahat sekitar 30 menit lanjut arah Wonosobo selepas Sokaraja melalui jalan pintas yang menurut saya kondisinya bagus. Jalur ini lumayan ‘potong kompas’ arah ke Banjarnegara sedangkan kondisi jalanannya secara umum bagus dan lurus-lurus saja jadi lumayan bikin ngantuk 😪. Selepas Banjarnegara lanjut hajar arah Dieng-Wonosobo dengan target meniomati Sunrise di bukit Sikunir, jalur ini didominasi tanjakan dengan kawasan hutan yang semakin lama semakin dingin seiring ketinggian wilayah yang dicapai. Pas adzan Subuh Jaran Ireng sudah masuk kawasan Dieng dan beristirahat sekalian subuhan di daerah Kejajar. Setelah itu lanjut mengejar sunrise bukit Sikunir namun sayang karena dipikir motor bisa langsung keatas sampai tempat melihat sunrise ternyata harus naik bukit lagi selama kurang lebih 30 menit, alhasil kesiangan 😢 sialnya lagi hape rusak setibanya di Malang jadi semua foto dan video selama diperjalanan hilang 😖.

Oh iya untuk kondisi jalan sendiri dari Wonosobo arah Dieng bisa dikatakan baik kalaupun ada rusak hanya ditemukan dibeberapa tempat tapi ditebus dengan indahnya pemandangan wilayah Dieng. Kisaran jam 8 pagi setelah sunrise yang kesiangan lanjut gas ke rumah mas Fakih Amrulloh di daerah Dieng juga guna silaturahmi sekaligus istirahat.

Ngumpul makan bareng depan Anglo

Setelah ngobrol bersama mas Fakih dan saudara-saudara lainnya datang juga mas Katno teman Facebook yang pernah bersua di Baturraden sekira 2015 saya lanjut istirahat dengan harapan selepas ashar bisa lanjut perjalanan. Walhasil kebablasan tidur sampai jam 5 sore saking pulesnya ditambah hawa Dieng yang dingin menyejukkan. Dan akhirnya yaaa molor setelah maghrib baru berangkat guna lanjut touring arah Pacitan hehe. Sekitar jam 19.00 berangkat dari kediaman mas Fakih balik turun arah Wonosobo, selepas Wonosobo di pertigaan Kertek lurus saja jadi ambil jalan pintas tidak melewati kota Temanggung bisa langsung tembus Muntilan. Jalur Bondowoso-Muntilan lebarnya 2 mobil pas dan juga berkelok-kelok dengan kondisi jalanan yang baik. Sebelum masuk kota Muntilan istirahat rebahan di warung angkringan sembari memesan kopi jahe dan ngobrol dengan pemiliknya seorang bapak yang ramah membahas Honda GL hehe. Setelah istirahat sekitar 1 jam lanjut sekitar jam 10an malam, bablas arah Sleman. Setiba di Sleman isi bensin sambil istirahat sebentar dan lanjut arah Pacitan via Wonosari. Arah Pacitan ini saya tempuh lewat jalan Magelang-Purworejo, Depok, Wonosari, Pracimantoro dan istirahat sekalian silaturahmi dengan teman didaerah Punung (Pacitan). Jalur ini bisa saya katakan sebagai jalur terbaik dan terrekomendasi buat pelaku touring, jalurnya lebar-mulus dengan marka jalan yang jelas. Walaupun sepi dan berkelok dengan tikungan cilukba dibanyak tempat tapi sangat OK. Hanya selepas Wonosari arah Pracimantoro sedikit spooky 😱 gak tau kenapa berasa demikian. Dan sampai di Punung pas Subuh dan lanjut ke kediaman teman. Selesai silaturahmi ngobrol² panjang lebar lanjut masuk Pacitan kota dan ambil kanan arah lorok yang tembus Trenggalek, jadi tidak lewat Ponorogo. Jalur ini berliku dan sepi dengan kualitas jalan yang bervariasi, lepas Pacitan jalanan bagus sampai sekitar 10km dan memulai jalur berkelok namun masih aman. Selepas itu baru jalanan mulai menyempit dengan kualitas jalanan yang campur bergelombang sampai panggul. Berhenti di Panggul guna isi Bensin dan ini satu-satunya pom bensin sejauh 170an km dari Pacitan sampai Trenggalek. Selepas Panggul jalanan menguji adrenaline dengan tanjakan berkelok, sempit dan kondisi jalanan yang rusak sejauh kira-kira 5km selepas itu jalanan lumayan baik namun naik turun dan belokan cilukba yang bertubi-tubi. Bukan hanya 90° bahkan ada yang putar balik (U turn) tentu kemampuan kendaraan diuji disini, alhamdulillah amaaaannnnn 😎.

PLTU Pacitan

Sampai di Trenggalek sudah malam kisaran jam 20.00 dengan kondisi jalanan yang tidak terlalu ramai hanya barengan dengan truk-truk jalur selatan dan apesnya jalanan selepas Trenggalek-Tulunggagung sorry to say… Remuk parahh sampai motor kena lobang besar di tengah jalan dan terpental, alhamdulillah tidak sampai terjatuh. Tulungagung-Blitar jalur aman, lancar dan jalanan juga OK… Kebanyakan hanya lurus saja dan akhirnya touch down di alun-alun Blitar jam 21.30 buat makan dan istirahat. Jam 22.00 lanjut malang via Kepanjen dengan kondisi jalanan yang so-so dengan Tulungagung-Blitar. Kondisi jalanan juga sepi karena sudah malam dan sampai rumah passss jam 24.00. setelah istirahat besoknya lanjut urus surat mutasi GL 100 ke Lumajang via Pasuruan-Probolinggo. Jalur ini kondisinya khas JawaTimur lumayan baik namun bergelombang. Dibeberapa lokasi ada kerusakan seperti di jalur pintas selepas warung dowo ke kanan tembus terminal Pasuruan, dan bumpy maksimal sebelum masuk Klakah Lumajang. Setelah sampai di Samsat Lumajang sekitar jam 10.00 dan selesai urusan samsat istirahat di rumah orang tua, sekitar jam 14.00 kembali ke Malang via Ranu Pane-Tumpang antara gunung Bromo dan Semeru. Jalur ini dari arah Lumajang menanjak, berkelok dengan kualitas aspal yang baik. Ada kerusakan jalan sedikit begitu turun arah Tumpang Malang sekitar 500m, untuk Jalur ini sangat direkomendasikan jalannya pagi sampai sore karena banyak kelokan, masuk hutan rimbun dan tepian jurang walaupun kualitas jalanan baik. Dan tentu kalau jalan pas malam hari tidak bisa menikmati indahnya lautan pasir dan kawah Bromo 😍. Selain indahnya pemandangan sepanjang jalan jalur ini juga menyingkat waktu perjalanan sampai hanya 2 jam++,dibanding via Probolinggo atau jalur selatan tembus Kepanjen.

Demikian catatan perjalanan ‘petualangan’ touring Jakarta Malang ini. Salam.

Image golden sunrise bukit Sikunir dan PLTU Pacitan ambil di Google

Selamat Ulang Tahun ke 25 Monster

25 years of Monster.jpg

Halo bung, ini curhatan saya sama lansiran 1993 ini dan sampai sekarang belum keturutan menyandingnya hanya bisa mengagumi dan memposisikan diri sebagai secret admirer entah sampai kapan. Pertama menyukainya sewaktu saya SMP dan langsung falling in love at first sight. Dia begitu mempunyai daya tarik bahkan untuk anak seumuran saya kala itu, proporsi fisik yang begitu indah, abilitas yang mumpuni dan sampai sekarang terbukti dia evergreen.

Mengutip liriknya mas Ed Sheeran, “Cause, honey, your soul could never grow old, it’s evergreen ..” terasa pas buatnya.

Ducati Monster, pertama diperkenalkan dan masih berupa prototype pada tahun 1992 di gelaran “Cologne International Motorcycle show” dan rilis pada maret 1993. Menurut desainernya Miguel Galluzzi Filosofi dari penciptaan Ducati monster adalah “Yang kamu butuhkan hanyalah: Jok/Sadel, tanki, mesin, dua roda dan stang kemudi”, yapp itulah yang sepemikiran antara saya dan bung Miguel Galuzzi tentang motor.

ducatimonster04-22_g.jpg

Sketsa awal Ducati monster

Berikut all series dari Dicati Monster ini dari awal perilisan:

1993

slide-8_1993-monster-9001.jpg

Ducati Monster M900 (1993)

Rilis pertama adalah Ducati Monster M900 tahun 1993 dengan mesin dari Ducati 900SS berpendingin udara dan frame teralis punya Ducati 888 menggebrak dunia permotoran. Sosok motor yang simple, handling menyenangkan, ringan dikelasnya, maskulin menjadi nilai plus tersendiri, namun dari sisi penjualan walaupun tidak dibilang gagal lumayan terganjal dengan harga yang mahal.

Mesin: 904cc, air-cooled desmo L-twin, 4v, SOHC
Daya: 67bhp @ 7000rpm
Torsi: 76nm @ 6000rpm
Berat: 185kg

1994

Setahun berikutnya muncul adiknya yang berkubikasi lebih rendah dan lebih ringan tentunya, Ducati Monster M600

1994Monster.jpg

Ducati Monster M600 (1994)

M600 booming, karena harga yang lebih terjangkau, lebih ringan dan cocok untuk perkotaan. Bentuk persis M900 bedanya secara fisik di cakram depan M600 1 buah.

Mesin: 583 cm, air-cooled desmo L-twin, 4v, SOHC
Daya: 53bhp @ 8250rpm
Torsi: 47nm @ 7000rpm
Berat: 175kg

lanjut rilis edisi berikutnya, muncullah Ducati Monster M400 yang mana seri ini hanya dipasarkan di Italia, Jepang dan Singapura. Namun rumornya saat itu juga di ekspor ke Indonesia, Philipina, Taiwan dan Thailand. M400 dikembangkan berbasis M600 dengan stroke crankshaft yang lebih pendek dan diameter piston yang lebih kecil. Secara fisik plek ketiplek dengan Ducati Monster M600. Seri ini bertahan sampai tahun 2003.

ducati-monster-400.jpg

Ducati Monster M400 (1994)

Berikut spesifikasi Ducati Monster M400

Mesin: 398 cm, air-cooled desmo L-twin, 4v, SOHC
Daya: 43bhp @ 10500rpm
Torsi: 33nm @ 7500rpm
Berat: 174kg

1996

Beberapa tahun setelahnya 3 seri diatas tetap hadir tanpa ada perubahan berarti sampai di tahun 1996 ada perubahan pada Ducati Monster 900 dengan penamaan M900S. Tipe ini ada penambahan tenaga, suspensi ohlins belakang bertype race grade, ketinggian dan windshield imut diatas headlight.

DUCATI-Monster-900S-11837_2.jpg

Ducati Monster M900S (1996)

Mesin: 904cc, air-cooled desmo L-twin, 4v, SOHC
Daya: 74bhp @ 7000rpm
Torsi: 76nm @ 6000rpm
Berat: 183kg

Dan di tahun ini pula muncul Ducati Monster 750 dengan mesin dari Ducati 748 dan frame teralis masih bawaan Ducati monster.

Ducati-m750-4.jpg

Ducati Monster M750 (1996)

Mesin: 748cc, air-cooled desmo L-twin, 4v, SOHC
Daya: 62bhp @ 7500rpm
Torsi: 61nm @ 6850rpm
Berat: 178kg

1997-2000

Lanjut di tahun 1997 Ducati M750 Dark lahir, dengan spek masih sama dengan pendahulunya. Dan di tahun 1998 giliran M900 yang diberi polesan dengan hadirnya seri Limited Edition M900 Cromo dengan dapur pacu persis dengan M900S.

25037052_2073407046273003_5627376183986356224_n.jpg

Ducati Monster M900 Cromo (1998)

Dan tak lupa seri M600 di tahun 1998 ini mendapat sentuhan baru dengan hadirnya seri Dark. Ducati Monster M400, M600, M750 dan 900 berlanjut tanpa ubahan berarti sampai tahun 2000 yang mana ditahun ini lahirlah generasi mesin dengan pengabutan bahan bakar injeksi (EFI) dengan seri M900ie. Adapun update di M900ie ini antara lain: shok absorber belakang menggunakan Sachs, pengabutan bahan bakar injeksi, ban belakang lebar 180 dari sebelumnya 170, tenaga dan torsi lebih baik namun berat juga bertambah.

ducati-monster-11_g.jpg

Ducati Monster M900ie (2000)

Berikut Spek dari M900ie

Mesin: 904cc, air-cooled desmo L-twin, 4v, SOHC
Daya: 78bhp @ 8250rpm
Torsi: 72nm @ 6750rpm
Berat: 188kg

2001

Di tahun 2001 hadir berbagai series dari Ducati monster antara lain: Ducati Monster S4 Fogarty, Ducati Monster S4, Ducati Monster 900ie Dark, Ducati Monster 620ie, Ducati Monster 620ie Dark, Ducati Monster 620ie S.

Adapun Ducati Monster S4 Fogarty dirilis guna tribut untuk Carl Fogarty yang sukses di World Superbike. Dengan warna khusus khas Ducati 916-nya Foggy dan suspensi depan yang berdiameter lebih besar menjadi 43mm.

28751872_351772508660657_4051100921243893760_n.jpg

Ducati Monster S4 Fogarty Replica

Mesin: 916cc, air-cooled desmo L-twin, 4v, SOHC
Daya: 101bhp @ 8750rpm
Torsi: 92nm @ 7000rpm
Berat: 193kg

Selanjutnya, masih di tahun yang sama ada juga versi standar dari versi Foggy yaitu Ducati Monster S4 yang secara spek mesin persis hanya beda di warna.

Untuk Monster 600 di tahun 2001 juga terdapat perubahan pada kubikasi yang meningkat jadi 618 cc yang awalnya 583 cc dan tenaga yang melonjak dari 53 hp jadi 60 dengan torsi yang juga berubah dari 47nm jadi 53nm. Untuk bagian pengereman juga berubah yang awalnya single disc bagian depan menjadi dual disc dan suspensi depan disamakan dengan punya kakaknya si M900ie yaitu memakai diameter 43mm. Penamaan pun berubah menjadi Ducati Monster M620ie, Dark dan S.

2002

Ditahun 2002 giliran Ducati monster 750 dapat sentuhan dibeberapa bagian yang mana sekarang ditangani oleh Borgo Panigale dengan perubahan antara lain:

Mesin: 748cc, air-cooled desmo L-twin, 4v, SOHC, EFI.
Daya: 64bhp @ 8750rpm
Torsi: 62nm @ 6500rpm
Berat: 178kg

Pada Type S dan S4 swing arm menggunakan Aluminium swing arm, LCD display.

14157cee467fe1a660dfeadc8aa611e1.jpg

Ducati Monster M800ie (2002)

2003

Ducati Monster dengan spek tinggi akhirnya keluar di tahun 2003 dengan type antara lain: Ducati Monster 1000, Ducati Monster 1000S, Ducati Monster S4 dan Ducati Monster S4R.

Spek Ducati Monster M1000 dan M1000S

Mesin: 992cc, air-cooled desmo L-twin, 4v, SOHC, EFI.
Daya: 84bhp @ 8000rpm
Torsi: 84nm @ 6000rpm
Berat: 178kg

Untuk M1000S ada beda di windshield dan pelindung knalpot berbahan karbon fiber.

Ducati M1000S 03  2.jpg

Ducati Monster M1000S (2003)

Spek Ducati Monster S4

Mesin: 916cc, liquid-cooled desmo L-twin, 4v, DOHC, EFI.
Daya: 101bhp @ 8750rpm
Torsi: 92nm @ 7000rpm
Berat: 193kg

Spek Ducati Monster S4R

Mesin: 996cc, liquid-cooled desmo L-twin, 4v, DOHC, EFI.
Daya: 113bhp @ 8750rpm
Torsi: 96nm @ 7000rpm
Berat: 193kg

Untuk S4 dan S4R sudah menggunakan Marchessini 5 spoke rim. Sedangkan perbedaan yang mencolok dari S4R yaitu menggunakan single sided arm dan tentu mesin yang lebih unggul.

DUCATI-Monster-S4-11852_1.jpg

Ducati Monster S4 (2003)

DUCATI-Monster-S4R-11853_5.jpg

Ducati Monster S4R (2003)

Ditahun 2003 ini juga muncul Monster baru, yaitu Ducati Monster 800 bertype 800ie dan 800S dengan kubikasi sebesar 803 cc berpower 73 hp pada 8250 RPM dan torsi 69 nm pada 6250 RPM yang berpendingin udara.

2004

Untuk tahun 2004 muncul beberapa replika Ducati monster antara lain: DUCATI Monster 620ie Matrix yaitu replika Ducati Monster kerjasama dengan Warner Bros dalam rangka peluncuran film Matrix Reloaded, berikutnya Ducati Monster 620 Capirex sebagai tribute kepada Loris Capirossi. Ditahun 2004 ini juga ada update dari type 800 yang menjadi Ducati Monster S2R dengan perubahan power 77 hp pada 8250 RPM dan torsi 73 nm pada 6250 RPM dengan single side arm dan 5 spoke rim dari Marchessini.

Ducati-Monster-620ie-Matrix-Right-Side.jpg

DUCATI Monster 620ie Matrix

xl+2004_ducati_monster_620+side_view.jpg

DUCATI Monster 620 Capirex

784_0.jpg

Ducati Monster S2R (2004)

2005

Di tahun 2005 tidak ada update dari Ducati moster, masih menggunakan base type dari seri tahun sebelumnya.

Baru di tahun 2006 muncul seri baru yaitu DUCATI Monster S4RS Testastretta. Menggunakan mesin baru yaitu Testastretta berkubikasi 998cc dan tenaga yang melonjak dari S4R dan berat juga jauh turun menjadi 177kg yang dibarengi dengan penggunaan velg aluminium Marchessini 10 spoke tentu ini berimbas pada Power to weight Ratio (PWR) yang semakin baik pada DUCATI Monster S4RS Testastretta.

DUCATI-Monster-S4RS-Testastretta-11859_2.jpg

Ducati Monster S4RS Testastretta

Spek Ducati Monster S4RS Testastretta

Mesin: 998cc, liquid-cooled desmo L-twin, 4v, DOHC, EFI.
Daya: 130bhp @ 9500rpm
Torsi: 104nm @ 7500rpm
Berat: 177kg

2006

Lanjut di tahun 2006 ini muncul varian baru dari Ducati Monster S2R yang awalnya berkubikasi 803cc diupgrade jadi 992cc dengan penamaan Ducati Monster S2R 1000. Mesin: 992cc, air-cooled desmo L-twin, 4v, SOHC, EFI.
Daya: 95bhp @ 8000rpm
Torsi: 95nm @ 6000rpm
Berat: 178kg

DUCATI-Monster-S2R-1000-11846_1.jpg

Ducati Monster S2R 1000 (2006)

Selain itu muncul varian baru di kelas 600cc yaitu Ducati Monster 695 berdaya 73 hp/8500rpm dan torsi 61 Nm/6750rpm. Limpahan tenaga yang dahulu bisa didapatkan dengan Ducati moster ber kapasitas 800cc sekarang sudah dapat digapai oleh Ducati Monster 600cc.

DUCATI-Monster-695-11814_2.jpg

Ducati Monster 695 (2006)

2007

Ditahun ini tidak ada update berarti hanya peredaran dan produksi terpusat di tipe Ducati Monster S4RS Testastretta, Ducati S4R Testastretta, Ducati Monster S2R 1000, Ducati Monster S2R, Ducati Monster 695.

2008

Muncullah Ducati Monster edisi khusus yaitu Ducati Monster S4RS Tricolore dengan basis Ducati Monster S4RS Testastretta, menampilkan permainan 3 warna bendera Italia, serta warna rangka dan velg yang kali ini dilabur warna emas. sedangkan model lain yang mengiringi tanpa ada ubahan berarti antara lain: Ducati Monster Monster S4RS Testastretta, Ducati Monster S4R Testastretta, Ducati Monster S2R 1000, Ducati Monster 696.

2009

Ditahun ini bisa dikatakan sebagai era baru dari Ducati Monster baik secara desain maupun spesifikasi. Seri Ducati Monster yang muncul ditahun ini antara lain:

Ducati Monster 1100S dengan spek sebagai berikut:

Mesin: 1078cc, air-cooled desmo L-twin, 2v, SOHC, EFI.
Daya: 95bhp @ 7500rpm
Torsi: 103nm @ 6000rpm
Berat: 168kg

Suspensi depan belakang menggunakan ohlins, velg Marchessini, knalpot kolong 2 buah kanan kiri, single sided swingarm, kaliper radial bagian depan, info dikemudi full digital, rem belakang led, lampu depan dengan teknologi lampu utama yang kompak tapi memberikan pencahayaan yang baik.

Ducati Monster 1100S 11.jpg

Ducati Monster 2200 (2009)

Ducati Monster 696 dengan spek sebagai berikut:

Mesin: 696cc, air-cooled desmo L-twin, 2v, SOHC, EFI.
Daya: 80bhp @ 9000rpm
Torsi: 69nm @ 7750rpm
Berat: 163kg

2009-Ducati-Monster-696-04.jpg

Ducati Monster 696 (2009)

Dan Ducati Monster 1100 yang merupakan versi ‘murah’ dari Ducati Monster 1100S.

2010

Di tahun 2010 3 tipe yang dirilis ditahun sebelumnya tetap hadir tanpa ada ubahan berarti dan ada kelahiran Ducati Monster 796 dengan spek sebagai berikut:

Mesin: 796cc, air-cooled desmo L-twin, 2v, SOHC, EFI.
Daya: 87bhp @ 8250rpm
Torsi: 79nm @ 6250rpm
Berat: 167kg

6512_0.jpg

Ducati Monster 796 (2010)

2011

Tahun ini dirilis Ducati Monster 1100 Evo, basis kubikasi mesin masih sama tapi tenaga dan torsi naik signifikan, selain itu pengereman juga di cangkokkan ABS sistem dengan knalpot sekarang balik nyamping tapi sebelah kanan dengan dual mufflernya, berikut speknya:

Mesin: 1078cc, air-cooled desmo L-twin, 2v, SOHC, EFI.
Daya: 100bhp @ 7500rpm
Torsi: 103nm @ 6000rpm
Berat: 168kg

monster_1100_2013.jpg

Ducati Monster 1100 EVO (2011)

Untuk tipe lain yaitu Ducati Monster 1100, Ducati Monster 1100S, Ducati Monster 796 dan Ducati Monster 696 masih menggunakan basisi tipe yang lama. Adapun yang baru diluar EVO adalah Ducati Monster 796 MOTOGP replica dari Rossi dan Hayden.

rossi-monster-1.jpg

Ducati Monster 796 MOTOGP Replica (2011)

2012

Di tahun 2012 Ducati Monster 696, Ducati Monster 796 dan Ducati Monster 1100 EVO tidak ada perubahan, namun ada versi khusus yaitu Ducati Monster 1100 EVO Diesel Special Edition dengan spek sama persis dengan yang EVO standar.

DUCATI-Monster-1100-EVO-Diesel-Special-Edition-11877_4.jpg

Ducati Monster 1100 EVO Diesel Special Edition (2012)

2013

Di tahun 2013 Ducati Monster 696, Ducati Monster 796 dan Ducati Monster 1100 EVO, Ducati Monster 1100 EVO Diesel Special Edition tidak ada perubahan, namun ada versi khusus memperingati 20 tahun Ducati monster di line up 696, 796 dan 1100 yang perubahannya ada pada pewarnaan kaliper, front suspension, rangka yang berwarna keemasan serta spion balik ke era awal Ducati Monster yang membulat.

DUCATI-Monster-1100-EVO-20th-Anniversary-7301_1.jpg

Dari kiri ke kanan: Ducati Monster 1100 EVO 20th Anniversary, Ducati Monster 796 EVO 20th Anniversary, Ducati Monster 696 EVO 20th Anniversary.

Diluar yang dijelaskan diatas, di line up Ducati Monster juga ada tipe dengan kubikasi baru dan dikhususkan untuk daerah Australia dan New Zealand. Adalah Ducati Monster 659 yang diciptakan khususnya untuk pengendara pemula dengan spek antara lain:

Mesin: 659cc, air-cooled desmo L-twin, 2v, SOHC, EFI.
Daya: 52bhp @ 8250rpm
Torsi: 47nm @ 7500rpm
Berat: 161kg

7472565.jpg

Ducati Monster 659 (2013)

2014

Di tahun ini muncul varian baru dengan perbedaan di sektor mesin dan fisik, antara lain:

Ducati Monster 1200 S

Mesin: 1198cc, liquid-cooled Testastretta 11-degree L-Twin, 4 katup Desmodromic.
Daya: 145bhp @ 8750rpm
Torsi: 125nm @ 7250rpm
Berat: 182kg

Seri ini menggunakan suspensi depan dan belakang dari ohlins fully adjustable, dengan diameter suspensi depan mencapai 48mm. Rem dari Brembo depan belakang radial, yang tentunya ABS dan belakang semi floating disc.

DUCATI-Monster-1200-S-7274_6.jpg

Ducati Monster 1200 S (2014)

Ducati Monster 1200

Mesin: 1198cc, liquid-cooled Testastretta 11-degree L-Twin, 4 katup Desmodromic.
Daya: 136bhp @ 8750rpm
Torsi: 118nm @ 7250rpm
Berat: 182kg

Seri ini menggunakan teknologi yang sama dengan Ducati Monster 1200S tapi output dari mesinnya lebih ‘sopan’.

DUCATI-Monster-1200-7273_2.jpg

Ducati Monster 1200 (2014)

Next untuk seri Ducati Monster 796 ditahun 2014 tidak ada perubahan dari seri 796 ditahun 2010. Begitu pula untuk Monster 696 masih sama hanya koreksi berat yang berkurang 2kg. Dan tipe pasar domestik Australia yaitu Monster 659 masih plek sama dengan versi terdahulu.

2015

Di tahun ini perubahan dari ducati secara umum hanya ada pada permainan warna dengan hadirnya seri: Ducati Monster 1200 S Stripe, Ducati Monster 796 Corse Stripe namun ada kubikasi baru yaitu Ducati Monster 821 dengan varian Ducati Monster 821 S Stripe, Ducati Monster 821 Dark dan yang standar Ducati Monster 821. Adapun spek secara umum dari seri Ducati Monster 821 adalah:

Mesin: 821cc, liquid-cooled, Testastretta 11-degree L-Twin, 4 katup Desmodromically.
Daya: 112bhp @ 9250rpm
Torsi: 89nm @ 7750rpm
Berat: 179kg

DUCATI-821-Stripe-7253_9.jpg

Ducati Monster 821 S Stripe (2015)

Selain Ducati Monster 821 ada juga varian dengan kubikasi baru yaitu Ducati Monster S2R, dengan kapasitas 796cc dan bertenaga 87bhp di 8250rpm dan torsi yang terkail ada di 79nm @ 6250rpmdan bobot bersihdi 169kg

DUCATI-Monster-S2R-7248_3.jpg

Ducati Monster S2R (2015)

2016

Di tahun ini secara umum masih sama dengan tahun sebelumnya dengan seri: Ducati Monster 1200, Ducati Monster 1200 S Stripe, Ducati Monster 821, Ducati Monster 821 Corse Stripe dan Ducati Monster 821 Dark.

Adapun upgrade ada pada seri Ducati Monster 1200 R dengan spek detil sebagai berikut:

Mesin: 1198cc, liquid-cooled Testastretta 11-degree L-Twin, 4 katup Desmodromic.
Daya: 160bhp @ 9250rpm
Torsi: 132nm @ 7750rpm
Berat: 180kg

Perbedaan pada seri R ini antara lain, mesin yang di re-tuned oleh DS powerhouse sasis race grade dan suspensi yang race grade pula dari Ohlins, ban yang lebih lebar mencapai ukuran 200, pengereman menggunakan Brembo Radial M50 dan beberapa bagian ter’kosmetik’ memakai bahan carbon. Dengan power yang naik signifikan dan berat yang turun sekitar 2kg tentu sangat terasa PWR-nya. Dan sebutan The mos powerfull monster layak disandangnya.

DUCATI-Monster-1200-R-11954_19.jpg

Ducati Monster 1200 R (2016)

2017

Tahun 2017 Ducati Monster 797 dirilis dengan konsep motor yang lebih kompak, secara desain ada beberapa perubahan antara lain penggunaan lampu utama kombinasi LED dan bohlam, knalpot yang semakin pendek dengan konfigurasi 2-1, rangka tubular yang berubah konstruksinya, shock breaker belakang diposisikan lebih ke kiri, pengereman depan Brembo radial dengan pengaman ABS dari Bosch dan tangki yang kini lebih menyerupai Ducati 1200 R. Type 797 ini hadir dengan pilihan 797+ yang bedanya ada pada windshield kecil menutupi display di kemudi.

Mesin: 803cc, liquid-cooled Testastretta 11-degree L-Twin, 4 katup Desmodromic.
Daya: 54bhp @ 8250rpm
Torsi: 67nm @ 5750rpm
Berat: 175kg

Untuk tipe Ducati Monster 1200 dan 821 masih sama dengan tipe di tahun 2016.

Monster-797-Plus-My18-White-29-Slider-Gallery-1920x1080.jpg.jpg

Ducati Monster 797+ (2017)

Demikian line-up Ducati Monster dari awal sampai seri 2017, untuk tahun 2018 masih belum ada kepastian apakah ada edisi khusus 25 tahun. Biasanya sih ada…

Salam

 

Sedikit Pengetahuan Tentang GL 100/125

Honda GL 100 dan GL 125 di Indonesia menjadi salah satu motor dengan lifecycle lumayan panjang. Jika dihitung dari awal rilis versi lampu bulat berpengapian platina dengan penamaan GL 100 – GL 125 ada di tahun 1979 sampai versi CDI berlampu kotak produksi tahun 1996 dan ada testimony terjual sampai dengan tahun 1997 (ini sisaan sih :D) total selama 18 tahun masa beredarnya.

Mbahnya Honda Tiger ini bisa dikategorikan MPV (multi purpose vehicle) juga kali ya, dipake perkotaan sampe dijalur pedesaan mampu dijabanin. Bahkan untuk yang GL 125 sangat tangguh untuk diajak nanjak, sayang yang berkubikasi 125 populasinya lebih sedikit. Soal irit jangan ditanya ini motor musuhan sama pom bensin 😅, karena saya pemakai harian motor ini di Jakarta jadi paham. Bahkan pernah punya rekor dalam seminggu, dari rumah di daerah Pondok Betung pergi-pulang kantor di Kemang isi full to full cuman 20 ribu premium 😴 tapi umumnya sih kisaran 30 ribu seminggu.

Oke, lanjut mencoba lebih detil membahasnya. Untuk rilis awal di tahun 1979-1981 GL 100/125 berciri kurang lebih seperti ini:

  • Berlampu depan bulat,
  • Lampu belakang mirip CB,
  • Pengapian platina,
  • Speedometer Nippon Seiki bulat,
  • Logo GL100/125 pada kedua tutup aki ber-icon burung elang mirip dengan logo Honda GL 1000.
  • Spion bulat berbahan besi ada tulisan MS Japan
  • Tangki ada lidah penutup tambahan tidak seperti CB K5,
  • Cakram kiri menggunakan kawat seling,
  • Suspensi depan dan belakang menggunakan merk Showa,
  • Jok pattern kotak-kotak,
  • Karbu Keihin berventuri 22 tanpa ada pompa tambahan,
  • Ban depan ring 250×18, belakang juga 300×18 merk IRC Inoue
  • Varian warna resmi: Hitam, Putih, Merah, Coklat, Biru, Hijau, Silver dengan variasi striping.

2031409_20120728063718

IMG_4720

Lanjut rilis berikutnya di tahun 1982-1987 untuk GL 100 dan GL 125 antara tahun 1982-1983 berciri kurang lebih seperti ini:

  • Berlampu depan kotak,
  • Lampu belakang kotak, sama seperti punya honda win dan honda super cub,
  • Sein kotak, sama seperti punya honda win dan honda super cub,
  • Pengapian platina,
  • Speedometer KGD kotak,
  • Logo GL100/125 pada kedua tutup aki lebih sederhana hanya berbentuk tulisan GL 100/125,
  • Spion kotak segi empat berbahan plastik,
  • Tangki ada lidah penutup tambahan tidak seperti CB K5,
  • Cakram kiri menggunakan kawat seling,
  • Suspensi depan dan belakang menggunakan merk Showa,
  • Jok pattern kotak berpadugaris lurus vertikal kl diliat dari samping motor,
  • Karbu Keihin berventuri 22 dengan pompa tambahan,
  • Ban depan ring 250×18, belakang juga 300×17 merk IRC Inoue
  • Varian warna resmi: Hitam, Merah dengan variasi striping juga.

1701760_20140515120215.jpg

Dan yang terakhir di tahun 1987-1996 sudah tidak ada rilis GL 125 hanya ada GL 100 berciri kurang lebih seperti ini:

  • Berlampu depan kotak,
  • Lampu belakang kotak, sama seperti punya honda win dan honda super cub,
  • Sein kotak, sama seperti punya honda win dan honda super cub,
  • Logo GL100 pada kedua tutup aki lebih sederhana hanya berbentuk tulisan GL 100.
  • Pengapian CDI,
  • Speedometer KGD kotak,
  • Spion segi lima berbahan plastik sama dengan punya honda astrea Prima dan Honda Tiger 2000 (awal)
  • Tangki ada lidah penutup tambahan tidak seperti CB K5,
  • Cakram kiri menggunakan kawat seling,
  • Suspensi depan dan belakang menggunakan merk Showa,
  • Jok pattern kotak berpadu garis lurus vertikal kl diliat dari samping motor,
  • Karbu Keihin berventuri 22 dengan pompa tambahan,
  • Ban depan ring 250×18, belakang juga 300×17 merk IRC Inoue
  • Varian warna resmi: Hitam, Merah dengan perbedaan warna striping juga.

14333031_10207748493372525_7150006304424221612_n.jpg

gl abang.jpg

Untuk feeling berkendaranya, motor honda berkode GL bisa disamaratakan itu: nyaman, gak cepet capek, posisi berkendara rileks, bukan motor yang mengutamakan performa, kuat nanjak, irit bahan bakar.

Demikian sedikit pengetahuan newbie yang bisa di-share, nanti kalau ada info tambahan atau ada revisi artikel ini akan update trusss sampe konkrit bin lengkap.

Terima kasih…

beda-honda-gl-max-gl-100-dan-gl-pro-6.jpg

Image © pribadi dan googling.

BIARKAN WAJAHNYA TEDUH TAK BERALIS PENSIL

 

Semakin bertambahnya usia membuat kita semakin sadar kekurangan diri, semakin mawas diri, semakin bersahaja, semakin memahami apa sebenar-benarnya hal hakiki yang kita cari selama ini. Tentu dengan dasar keilmuan, pengetahuan keagamaan, pengalaman hidup serta cambukan peristiwa yang tidak menyenangkan semakin membakukan hal tersebut.

 

Suatu malam saya masih sibuk dengan hobby dan juga mengisi waktu diteras rumah, kisaran waktu pukul 21.30 terus berjalan tidak terasa dan terlupa saya acuhkan keadaan perut yang kosong. Sampai ada bunyi penjual siomay keliling dengan sepeda kayuhnya lewat sehingga menyadarkan diri akan kosongnya perut yang belum terisi. Sayapun pesan seporsi dagangannya, dengan semangat beliau melayani pesanan saya hingga hidangan siap disajikan ke saya, tidak menunggu lama untuk memulai suapan pertama irisan pare pahit sebagai pembuka.

 

Guna mencairkan suasana di malam yang mulai sepi tersebut saya mulai membuka pembicaraan dengan posisi bapak penjual somay yang sibuk membenarkan posisi berdiri sepedanya. “Bapak sudah lama jualan siomay pak?”, “sejak 1992 pak” sahutnya singkat. Tertegun sih dengan jawaban beliau, demikian lamanya berjualan sekira 24 tahun konsisten di sektor per-siomay-an. “Bosnya orang mana pak” tanyaku lugu, “Sudah bikin sendiri pak kalau sekarang, soalnya dapet untungnya dikit dan semakin tidak mencukupi kalau ikut juragan lagi” demikian penjelasannya. “Bapak asli mana? merantau sendiri pak disini” cecarku dan diapun langsung menyahut “Saya asli Rengasdengklok pak, abis Cikarang lah posisinya. Dikampung saya pak rumahnya dan disini sendiri, anak dan istri saya dikampung mengurus sawah. Saya juga sering balik, paling tidak sebulan 2 kali balik ke kampung. Apalagi kalau musim panen atau musim tanam saya dikampung untuk bertani”.

 

“Trus anak bapak kok gk bantu disini atau kerja disini”, lanjut saya bertanya sambil trus menikmati potongan-potongan siomay karya bapak tersebut. “Anak saya masih sekolah di MAN pak cuman satu perempuan, Alhamdulillah berhijab dengan kesadaran sendiri dan ini baru mau ujian nasional. Entah kenapa dia lanjut sesi curhat “Saya sangat sayang sama dia makanya saya larang ke sini, takut ada apa-apa mendingan di kampung dan jadi orang kampung saja. Bapak tau lah gimana pergaulan disini…” ucapannya menggantung seakan ada rasa berat, rindu dan takut dari sosok seorang ayah.

 

Saya dalam hati mengamini ucapan beliau dengan kesimpulan pribadi…

“Biarkanlah bapak, dia jadi anak kampung, punya rasa malu akan umbar fisiknya, sederhana, berilmu dan beragama dengan benar, paham adat istiadat dan norma masyarakat, tidak berhuru-hara dengan kemajuan jaman yang sesat. Biarkanlah dia berhijab, biarkan sosok keperempuannya tetap terlindung, tanpa ada warna rambut menghias kepalanya yang tidak tertutupi, biarkan wajahnya tetap teduh tanpa hiasan menipu beraliskan pensil, biarkan kelak dia jadi ibu sebaik-baiknya…”

Berhenti menikmati perjalanan… Bismillah

Salam bung  dan nona-nona sekalian…

Berat, sangat berat meninggalkan semua yang dan sangat gw suka. Touring atau entah apapun istilahnya, menikmati perjalanan mengendarai motor dengan berjalan pelan sembari bertemu orang baru, lingkungan baru, budaya baru dan keindahan alam yang gak ada berentinya manjain saraf mata. Yak tahun ini sepertinya tahun terakhir buat berjalan jauh make motor.

“there should be no more risky actions” someone said…, Bismillah…

Cuman konsekuensi kesenangan bermotor teralihkan ke bagian lainnya, bukan touring sekarang yang jadi prioritas namun sepertinya “penyakit” lama merestorasi motor taun jebot bakal ditekuni lagi. Berat abis kalo dibilang suruh gak maen motor.

triumph copy.jpg

 

Ceritanya Turing tulisan kedua

Oke, lanjut ane cerita nih…

Setelah sampai di Tanjung Priok, dan mulai turing-turingan ke Jawa Timur. Perasaan pribadi seneng bener, motor bisa dibilang baru mo ketemu keluarga dan sesuai hobi naek motor, so ekspektasi luar biasa pas mudik. Perjalanan dari Jakarta kami lewati menyusuri cipinang, bablas ke bekasi sampai mentok tambun cikampek dan ketemu pintu kluar tol yang ada lampu merahnya (gak tau daerah apaan) kan jalan disitu dibagi 4 ruas tuh masing masing arah 2 ruas jalan. Motor saya kan mau lurus lanjut arah indramayu, kalau ke kanan masuk tol. Gak nyadar berhenti tapi kaki saya nginjek marka lurus tak terputus di lampu merah itu, bisa dibilang bodi motor agak masuk ruas sebelah kanan yang kearah tol, dan…. didatangilah saya sama pak Polisi terhormat :).

Ditanya surat segala macem, lengkap. Akhirnya ditilang juga soale ngelanggar marka jalan, ya wislah ketilang tapi dengan standar baku polisi dijalanan yang selama ini saya alami :D, ditawarin damailah saya. Berhubung baru mo berangkat mudik dan sidangnya itu di daerah Karawang dengan “terpaksa” saya terima hehe… skip…

Lanjut… lepas dari Indramayu masuk daerah cirebon datenglah hujan, langsung berhenti masang jas hujan kumplit lanjut lagi. Dengan kondisi motor standar ber cc kecil macam mio ditaruh di jalur pantura nan lebar dan panjaaannngg, udah aja Mio berasa gak ada larinya, berasa jalanan gak abis-abis terus aja lurus gak ada belokan rasanya hehe

Perjalanan sepanjang Cirebon, Brebes Tegal cuman berhenti sekali buat ngopi sambil makan di daerah Cirebon, dan sampe pekalongan sekitar jam 08.00 berhenti istirahat dulu sambil ngantuk-ngantuk hehe… Istirahat sekitar 1 jam lanjut lagi ke arah semarang, pas dihutan jati sebelum Semarang petaka kecil hampir saja terjadi, karena ampun-ampunan nahan ngantuk, gak gantian sama temen yang saya bonceng dan terus lanjut jalan sambil tidur sekitar sekian detik (Jangan tiru ya) hehe, sampe akhirnya pas tanjakan sambil tetap tidur sepersekian detik motor nabrak polisi tidur yang dipasang dipinggir sepanjang jalan hutan jati, temen saya yang tidur nyaris jatuh dan bisa dibilang sudah jatuh, orang sudah duduk dispakbor belakang, untungnya badan saya sama dia saling diikat… selamet-selamet.

Akhirnya saya nyari tempat istirahat yang akhirnya nemu tempat lumayan cozy, dilengkapi dipan bambu, disampingnya orang jual kelapa muda ditambah pijat, kalau mau hehe. Saya milih tidur saja dan temen saya minum es kelapa muda. Bangun badan udah lumayan segeran lanjut arah semarang dan nyampe sekitar jam 13.00 di Semarang, istirahat lagi sambil makan sebelum Simpang Lima bareng rombongan. Karena saya ngambil jalur tengah lewat Salatiga tembus ngawi disitulah saya pisahan sama rombongan soalnya rombongan terus lewat Pantura tembus Kudus lanjut Tuban, sedangkan saya tujuan terakhir waktu itu ke Malang. Masuk Salatiga saya minta gantian sama teman yang saya bonceng tapi gak berlangsung lama ternyata teman saya ini gak tau jalan sedangkan saya mo istirahat tiduran dibelakang. Sudah saja mentok sampe pertigaan Tingkir berhenti buat alih kemudi. Lanjut jalan belok kiri dari Tingkir menuju Gemolong. Saya tahu jalur ini dipandu paklik saya yang memang hapal daerah sini dan dilanjut dari Gemolong ke Sragen sampe ketemu Ngawi. Udah Istirahat sebentar soalnya nyasar di persawahan hehe, telepon lagi pakdhe dan alhasil dituntun terus sampe ketemu jalan raya Ngawi-Madiun lanjut hutan jati Saradan (kayaknya) yang ada pasar burungnya. Dan ternyata pakdhe saya mau njemput saya di Kertosono. Alhamdulillah… badan wis loro kuabueh.

Akhire sampe juga di Kertosono, saya sama teman naik mobil-e Pakdhe dan motor dibawa sama mas saya nyampe Malang, selama perjalanan Kertosono-Pujon-Malang saya tidur polll hehe

Wis kira-kira segitu lah perjalanan turing-turingan saya Jakarta-Kertosono

Matur nuwun

Wassalam