Testimoni Pemakaian Suzuki Inazuma GW 250

GW-250-1280-56a654373df78cf7728c6dec.jpg

Bismillah, salam bung,

Kali ini mau berbagi testimoni bagaimana rasanya berpartner dengan Suzuki Inazuma (kok berasa curcol ya bahasanya hahaha) anyway… lanjut bahas Inazuma, saya ambil Inazuma lebih karena saya suka motor bertype cruiser bau-bau touring dibanding sport, berbody sederhana gak banyak gimmick meski secara performa tentunya dibawah motor sport dan tentu alasan lain karena nyamannya. Motor ini saya angkut di kisaran tahun 2014 awal dari dealer suzuki Pondok Pinang, Jakarta Selatan yang didatangkan Suzuki Indonesia berstatus built up. Kalau membaca berbagai artikel lahirnya inazuma ini terinspirasi dari suzuki B-King, dan dipasarkan secara global dari Australia, Asia, Eropa dan Amerika dengan berbagai penamaan antara lain, Suzuki GW 250, Inazuma, GSR 250. Dengan alasan tambahan sebagai produk global inilah yang semakin yakin untuk ngangkut Inazuma.IMG_20160207_075059 edit.jpg

FISIK

Inazuma ini motor yang nampol beratnya untuk kelas 250cc, berkisar 182kg, dan saya pernah jadi korban “jatuh bego” pas pertama-tama bawa karena belum terbiasa dengan body dan beratnya. Ada beberapa solusi pengurangan berat antara lain penggunaan knalpot after market dan penggantian velg yang lebih ringan, walaupun gak signifikan berkurang namun lumayan lah. Sebenarnya berat inazuma ini dalam kondisi standar buat saya sudah nyaman, hanya butuh penyesuaian apabila berbelok, menopang saat diam, braking, memindahkan saat parkir dan lainnya terutama bagi pengguna baru yang baru naik kelas. Sewaktu perjalanan Jakarta-Lumajang di jalur pantura motor ini sangat amat stabil, tidak terasa getar mengganggu, sangat tolerable, didukung lendutan suspensi depan belakang kayaba yang lembut sangat menunjang pemakaian Inazuma untuk jarak jauh. Dengan ban depan berukuran 110/80-17 dan ban belakang 140/70-17 dipadu pengereman cakram keduanya menambah maksimalnya handling motor ini. Di beberapa area ada part yang kurang lazim ditemui di motor yang dipasarkan di Indonesia salah satunya di area suspensi depan, bagian atas bottom shock terdapat plat tebal yang dijadikan semacam bridge yang fungsinya mengarah ke stabilizer suspensi itu sendiri.

SUZUKI-GW250-Inazuma-6634_2.jpg

MESIN DAN PERFORMA

Mesin yang disandang cukup sederhana yaitu 248 cc 2 silinder fuel injectionpendingin cairanSOHC, 6 percepatan, berkompresi 11,5:1 lumayan ramah lah untuk BBM di indonesia. Dengan kapasitas tangki sekitar 13 liter, pengalaman konsumsi bahan bakar selama saya pakai di kisaran 1:25km-30km. Untuk performa motor ini sangat cukup buat saya yang lebih suka jalan santai yang dalam kondisi standar raihan powernya di 24 ps (23 dk) pada 8.500 rpm dan torsi maksimum 22 Nm di 6.500 rpm on crank. Dengan bekal mesin itu saja saya belum berani pol-polan maenin top speed, maklum cupu hehe. Kendala yang pernah saya alami berkaitan dengan mesin sewaktu touring ke Pacitan via Wonosari adalah thermostat mati, yang akibatnya sensor suhu radiator menyala terus. Sebenarnya rusaknya thermostat lebih karena sewaktu di daerah Banjarnegara terjebak macet parah gak gerak jadinya pendinginan radiator hanya dari kipas, dan alhasil setibanya di Yogyakarta termostat dilepas dan diganti sesampainya di Jakarta. Selain itu gak ada trouble lain dari sisi mesin selama pemakaian. Untuk penggunaan menginjak 5 tahun keatas, disarankan cek persoketan dan pengapian karena dengan banyaknya sensor tentu berpengaruh saat engine checking. Secara tampilan inazuma ini saya sukai secara desain karena dapat kesan gagahnya, mature, simple, elegan, sederhana, meski ada beberapa spot yang bisa dimaksimalkan semisal spakbor depan dibikin lebih kecil. Sorry buat yang butuh attention di lampu merah, jangan ambil motor ini. Dengan knalpot berkonfigurasi 2-1-2 dimana ditengah tertanam catalytic converter dan output 2 moncong semakin menambah kegantengan dan gagahnya motor ini. Oh iya jangkauan ke area kemudi lumayan jauh untuk standar orang indonesia, kalau dipakai perjalanan jauh lumayan berasa di lengan, hal ini bisa diakali dengan penggunaan raiser. Untuk perjalanan malam penggunaan lampu bertype H4 buat saya sangat mencukupi penerangan selama perjalanan, untuk tampilan speedometer dengan perpaduan analog dan digital sangat lengkap dan terbaca jelas bahkan di kecepatan tinggi.

IMG_20151225_083213.jpg

KESIMPULAN

Inazuma merupakan solusi buat pemotor yang mengutamakan kenyamanan, bicara performa nomor sekian. Dengan tersebarnya motor ini diberbagai benua menjadi produk global suzuki yang seharusnya tidak perlu khawatir akan keberadaan part, apalagi mau nimbrung diberbagai komunitas Suzuki Inazuma. Meski saat ini Suzuki Indonesia sudah tidak memasarkan produk ini, namun di negara lain masih dipasarkan jadi bisa disimpulkan ini merupakan produk yang bagus dan partnya masih banyak tersedia.

Salam

Image pribadi dan google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s