Pada Suatu Ketika

Once upon a time…

Disuatu kaki gunung berhutan lebat hiduplah seorang anak lelaki pemalu, kehidupannya dilalui dengan keseharian yang monoton, keras, lelah, tidak dihargai, dan terbully. Dari masa kanak hingga beranjak dewasapun tidak jauh dari cemoohan orang, sikap remeh acuh padanya, dan terbentuklah seorang dengan ketidak percayaan diri yang sangat rendah, ketakutan pada sekitar yang kental dan trauma.

Pada titik tertentu akhirnya dia menikah dengan seorang wanita penurut dengan segala takdir yang memang tertulis demikian. Ketika berkeluarga  dia mulai tahu bagaimana seharusnya dia bersikap, menjadi lelaki, berkehendak dan hilanglah semua traumanya yang dulu dan muaranya menjadikan kehidupannya kian baik. Akan tetapi disisi lain dia mulai sekehendak hati bersikap kepada istri, anak dan orang sekitar yang mendukungnya. Semua harus mengikuti semua mau dan egonya, dengan kuasa dan percaya diri berlebih dia lupa bagaimana rasanya dahulu dia perlakukan. Semakin hari kehidupan yang kian baik menjadikan dia sombong seakan dia mampu akan segala sesuatu hingga pada suatu ketika, istri dan anaknya meninggal, hidupnya mulai labil diikuti menjauhnya orang disekitaran. Dan diapun MENINGGAL. Tamat.

FB_IMG_1478954047355.jpg


Once upon a time in another universe…

Hiduplah pria paruh baya dengan kehidupan metropolis yang berkecukupan dibelantara hutan beton tempatnya menghabiskan jatah oksigen (Perjaka tua haha). Dia merupakan pahlawan super yang banyak membantu orang sekitar, suatu ketika kehidupan sempurnanya tiba-tiba dimasuki sesosok perempuan idaman semua pria yang membuatnya terkesima dan jatuh cinta. Nampaknya sang perempuanpun berkehendak yang sama hingga merekapun menikah, sang pahlawan super ini bahagia dengan kehidupan barunya. Hari demi hari berlalu sedemikian cepat hingga suatu waktu mulai muncul tabiat asli sang istri, tekanan demi tekanan tak kuasa ditahan sang pahlawan super ini, kendati dia kebal senjata dan api.

Karena sikap rendah hati dan mengalah kepada perempuan merupakan sikap dan sifat defaultnya pahlawan super, maka dia terus mencoba bertahan, namun tanpa ada berkurang dan berubahnya sikap dan sifat istrinya membuat sang pahlawan super semakin melemah, layaknya Kal el mendekati sebongkah cryptonite. Hingga suatu ketika dia tidak tahan dengan semua gempuran dan tekanan sang istri, membuat pahlawan super ini MENINGGAL. Tamat, terima kasih sudah membaca cerita sampah ini… bye.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s