Highway, sebuah sinopsis (I) 

Mahabir.jpg

Sebut saja dia Mahabir, seorang pria sekira 36 tahun berbadan tegap tidak terlalu tinggi tidak pula pendek. Sejauh ini hidupnya tanpa diselingi senyuman, hanya air muka masam, serius dan perasaan marah mewakili sosok dirinya. Kecilnya tumbuh dalam kekerasan dari ayah yang pemalas sedangkan sang ibu yang selalu diperlakukan kasar dan dipaksa kerja sebagai wanita penghibur oleh ayahnya menjadi pemandangan keseharian.

Tumbuh  remaja juga tidak kalah kelam dibanding masa kecilnya. Keseharian diperkampungan terpencil jauh dari kota dalam tatanan masyarakat yang bobrok dengan kumpulan perampok, pembunuh, pemabuk dan wanita penghibur.

Suatu kali dia melakukan perampokan di sebuah minimarket pompa bensin di pinggiran kota. Perampokan kali ini berhasil dibarengi dengan menyalaknya pistol ditangan dan tumbangnya beberapa orang ditempat itu. Matinya beberapa orang disitu membuatnya semakin nekat dan selang waktu kemudian ada sebuah mobil mewah yang didalamnya terdapat seorang pria dan seorang wanita. Tanpa pikir panjang direbutnya mobil itu dan dipaksanya si pria keluar dari mobil dengan todongan pistol mengarah kekepala si wanita. Dengan kasar dia membentak wanita itu agar diam sembari terus menodongkan pistol dan membawanya lari dengan mobil tersebut. 

Masuk ke tanah kosong dan semak yang luas dia berhenti meninggalkan mobil dengan tujuan menghilangkan jejak. Disumpal, diikat dan dipaksanya berjalan wanita itu menuju ke perkampungan. Dalam ketakutan dan tangis wanita itu menuruti dan terus berjalan kaki menyusuri perkebunan bersemak. Sekira beberapa jam berjalan sampailah di perkampungan dan Mahabir langsung membawa wanita itu ke gudang dirumahnya masih dalam kondisi terikat dan mulut tersumpal. Selang waktu kemudian Mahabir bersama beberapa orang mendatangi wanita itu dengan maksud menanyakan namanya, “Alia, Alia Tripathi…”  dia menjawab lirih dalam ketakukan. Sontak beberapa orang langsung memaksa Mahabir keluar dari gudang begitu mendengar nama Tripathi.

“Tahukah kamu siapa Tripathi, wanita yang kamu culik itu anak orang kaya dan berpengaruh dinegara ini. Menteri, jenderal dan orang berkuasa lainnya dekat dengan ayahnya”.  Demikian penjelasan orang dikampung Mahabir. 

“Kami tidak mau menampungnya disini”, sepakat orang dikampung Mahabir. Kamu sudah mengambil jalan ini jadi nikmatilah risikonya, jangan libatkan kami. Sangat mudah bagi orang tua Alia mencarimu, membunuhmu juga bukan hal yang sulit sahut beberapa orang disitu. “pengecut kalian” teriak Mahabir, “aku akan ambil risikonya dan kalian tetaplah jadi pengecut”  seru Mahabir dengan kasar.

Bersambung… 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s